Krisis kualitas pendidikan di era globalisasi
Pengaruh globalisasi dalam dunia
pendidikan saat ini sangat pesat, globalisasi telah membawa banyak perubahan
khususnya dalam dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan, tidak dapat
dipungkiri bahwa globalisasi mengubah cara kita belajar, mengajar dan berkomunikasi
dalam konteks pendidikan. Dengan berkembangnya zaman yang modern ini, semua
bahan pelajaran tersedia dimana-mana. Globalisasi saat ini dianggap sebagai
kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa batasan waktu, usia, semua
kalangan dapat mempelajari perkembangan teknologi saat ini, semua negara dapat
mengikuti perkembangan globalisasi salah
satunya negara indonesia yang aktif mengikuti perkembangan dunia. Perkembangan yang terjadi di era
sekarang memiliki banyak dampak yang kita rasakan, contohnya memudahkan kita
daalam mengakses kabar yang sedang mendunia , setiap
perkembangan yang kita rasakan pasti memiliki dampak terutama globalisasi yang
mengubah dunia menjadi modern, kita dapat merasakan dampak negatif maupun
positifnya tergantung bagaimana diri sendiri beradaptasi dengan dampak
tersebut. Jika terlalu menikmati arus globalisasi saat ini kita akan mendapatkan dampak
negatifnya, dalam bidang pendidikan banyak
dampak dari globalisasi. Perkembangan dari kecerdasan emosi, keahlian dalam
teknik digital, serta mengembangkan potensi diri yang di lakukan peserta didik
tidak jauh dari yang namanya pendidikan, pendidikan adalah tempat untuk semua
orang dalam mencari ilmu. (Maulana, 2022)
Kondisi pendidikan di Indonesia saat ini berdasarkan hasil (PISA) Programme for International Student Assessment tahun 2012, mengukur bahwa standar pendidikan internasional lebih unggul daripada tingkat standar pendidikan di inonesia , skala angka mutu pendidikan indonesia masih tertinggal jauh. PISA merupakan program Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) program tingkat internasional yang bertujuan untuk mengevaluasi penilaian siswa. Bantuan operasional yang diberikan kepada masyrakat untuk membantu biaya sekolah, salah satu upaya pemerintah dalam menekan kondisi pendidikan saat ini. Dilihat dari setiap perkembangannya upaya tersebut tidak dapat meningkatkan pendidikan yang tertinggal saat ini, karena program yang dijalankan pemerintah tidak dilakukan secara menyeluruh, program yang sedang di jalankan pemerintah mayoritas dirasakan hanya siswa yang bersekolah di kota besar dimana pendidikan mereka sudah terfasilitasi. Sekolah daerah timur tengah atau daerah pedalaman masih sulit terjangkau, seperti transportasi jalan yang sangat jauh sehingga banyak siswa yang terlambat datang kesekolah, tidak tersedianya fasilitas transportasi untuk mempermudah siswa datang kesekolah, lalu fasilitas yang terbatas dan tidak memadai termasuk jumlah guru yang belum memenuhi kualifikasinya sebagai pendidik. Jadi, jika dibandingkan dengan kondisi pendidikan di negara lain, kondisi pendidikan di indonesia sekarang kurang baik, di daerah lainnya bahkan bisa dikatakan mengkhawatirkan, oleh karena itu pemerintah harus lebih sadar lagi akan kualitas pendidikan di indonesia, tidak hanya pendidikannya saja tetapi pemerintah harus memperhatikan kualitas dari pendidik. (kumparan, n.d.)
Rendahnya kualitas guru berdampak kepada krisis kualitas pendidikan di indonesia, karena guru adalah fasilator bagi siswa yang sangat berkaitan erat dengan keberlangsungan pembelajaran disekolah. Untuk mempertahankan kualitas pendidikan, setiap guru yang mengajar harus memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan yang jelas karena kurangnya kompetensi pendidik akan merugikan mutu pendidikan di indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah perlu memperkuat sistem pelatihan dan pengembangan guru, melalui pendidikan yang berkualitas dan mengevaluasi pendidik secara berkala. Dengan menaikkan mutu guru, perlu adanya kebijakan yang mendukung penyebaran guru yang berkualitas secara merata di seluruh daerah agar semua peserta didik dapat merasakan pendidikan yang setara. Selain rendahnya kualitas guru, kesejahteraan guru juga masih dipertanyakan , dimana kesehjahteraan guru di indonesia masih rendah, terutama pada pendidik yang gajinya masih dibwah standar pekerja bahkan ada yang tidak digaji sama sekali dan tidak adanya perlindungan hukum ataupun asuransi bagi guru. Masih banyak masalah yang terjadi di dunia pendidikan seharusnya pemerintah mencari solusi yang baik dalam mendorong kualitas pendidikan di indonesia yang lebih terjamin, dan dapat menarik orang – orang yang berbakat ke dunia pendidikan dengan kesejahteraan yang setara sesuai dengan pengorbanan para pendidik. (Humas, 2023)
Salah satu masalah pendidikan di indonesia yaitu sering terjadinya perubahan kurikulum, menimbulkan perdebatan antar banyak pihak yang berdampak kepada kualitas pendidikan yang semakin krisis. Seharusnya, perubahan kurikulum pendidikan dipertimbangkan secara matang dan melihat sudah sampai mana kesiapan guru dan siswa terhadap kurikulum yang baru nanti. Perubahan yang seringkali berganti menciptakan ketidakpastian dan kebingungan untuk menyesuaikan kembali pembelajaran, guru yang sudah terbiasa dengan satu kurikulum harus beradaptasi kembali dengan cepat terhadap perubahan. Semua membutuhkan waktu dan usaha yang signifikan, hal seperti ini dapat menganggu belajar mengajar. Begitupun bagi siswa, akan mengalami ketertinggalan materi dengan tidak konsistensi kurikulum dapat menghambat pemahaman siswa terhadap materi dan mengurangi efektivitas pembelajaran. Perubahan kurikulum yang sering terjadi saat ini , memiliki tujuan yang baik untuk mencapai tingkat standar pendidikan yang bermutu, meningkatkan materi pembelajaran menjadi lebih bervariatif dan lebih modern tetapi kurang efektif dan terlalu terburu – buru, persoalan yang sering dipermasalahkan dalam pendidikan dan guru harus belajar penyesuaian strategi baru agar pembelajaran dapat dipahami dan menarik bagi siswa, mengevaluasi peningkatan dari peruban kurikulum yang sering di lakukan untuk mengurangi kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran disekolah. (Tias, 2022)
Ketimpangan pendidikan antara
perkotaan dan pedesaan sering terjadi, hal ini dirasakan oleh masyarakat luas
terutama warga pedesaan. Di negara indonesia sudah memberikan hak kebebasan kepada warga negaranya untuk
memperoleh pendidikan setinggi mungkin , tidak ada larangan untuk siapapun yang
ingin belajar, mau dari yang tinggal di pedesaan sampai di perkotaan semua di
berikan hak yang sama. Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak,
tapi diluar dari kebebasan tersebut ketimpangan yang terjadi masih banyak di
era yang sudah modern ini, rendahnya minat pendidik untuk mengajar dikarenakan
fasilitas serta gaji yang kecil untuk menunjang kehidupan sehari hari, dengan
sedikitnya pendidik yang mengajar di pedesaan menjadi faktor utama masalah
pendidikan disana. Selain itu kesenjangan pendidikan antara perkotaan dan pedesaan dapat
terlihat dari sekolah di perkotaan yang mempunyai fasilitas lebih baik, pastinya juga punya
pengajar yang berkompeten dalam mendidik sehingga dapat menghasilkan siswa yang cerdas. Terbanding terbalik dengan pendidikan yang berada di pedesaan
dimana fasilitas kurang baik dan guru yang kurang berkompeten. Perbedaan yang
terjadi antara pendidikan di desa juga di pengaruhi oleh faktor perekonomian,
banyak warga desa yang terdampak kemiskinan dan keterbatasan sumber daya uang.
Hal ini dana yang di alokasikan untuk memperbaiki dan meningkatkan lembga
pendidikan serta pelatiahn untuk mengembangkan program pendidikan yang lebih
baik menjadi terbatas. Dikeadaan yang sama, kita cenderung memiliki sumber daya
uang atau peluang lebih besar dan memiliki anggaran infrakstruktur pendidikan,
walaupun banyak kesenjangan tetapi pemerintah sudah mengusahakan untuk
mengatasi masalah tersebut. (Vito & Krisnani, 2015)
Biaya pendidikan di indonesia saat ini menjadi masalah utama dalam dunia pendidikan karena tingginya harga yang harus dikeluarkan orang tua untuk menyekolahkan anak mereka. Biaya pendidikan menjadi salah satu faktor utama yang mengkhawatirkan masyarakat, terutama memasuki tahun ajaran baru orang tua akan mengeluarkan banyak biaya untuk membeli keperluan sekolah anak. Semua orang tua menyadari pendidikan hal yang terpenting untuk kehidupan di masa depan, dimana pendidikan bukan hanya sebagai penunjang karir tapi sebagai ilmu permanen yang harus dimiliki oleh manusia, karena itu setiap orang tua yang memiliki anak mereka akan selalu mengusahakan pendidikan yang terjamin untuk kehidupannya kelak. Mahalnya biaya sekolah berdampak kepada fasiltas yang disediakan sekolah, misalnya dari masing masing sekolah memiliki standar pendidikan yang berbeda beda terutama sekolah swasta dan internasional seringkali mematok harga biaya yang sangat tinggi namun sesuai dengan fasilitas serta guru yang berkualitas tinggi pun dapat dirasaakan saat mengemban pendidikan disana. Terutama di era globalisasi yang semakin berkembang ini, sekolah biasanya ikut serta mengembangkan potensi serta kreativitas ssiwa dengan menambahkan ekstrakulikuler disekolah, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman leih luas bagi siswa , meskipun kegiatan tersebut bermanfaat, seringkali orang tua siswa mengeluh karna mengeluarkan penambahan biaya setiap bulannya. Pemerintah saat ini sedang menjalankan program biaya pendidikan gratis atau mengalokasikan dana pendidikan yang signifikan dalam anggran pendapatan dan belanja negara (APBN), namun masih banyak sekolah yang memungut biaya tinggi dari siswa. Jadi subsidi atau program pendidikan gratis yang sedang dijalankan belum efektif karena tidak mencukupi untuk menutupi seluruh biaya operasional sekolah terutama swasta, dan program ini belum dilakukan secara merata sampai di pelosok wilayah NKRI. Biaya yang tinggi sangat berdampak luas bagi masyarakat, terutama bagi keluarga yang berpenghasilan rendah, tidak adanya kemampuan orang tua dalam membayar pendidikan anak , sehingga banyak anak – anak diluar sana yang tidak dapat mengeyam pendidikan yang seharusnya dapat mereka rasakan dari tingkat Sd sampai tingkat perguruan tinggi. (Pratisto, 2022) .
Selain mahalnya pendidikan di era globalisasi, perkembanagan teknologi juga sudah ikut menyebar ke semua sektor, dari pertanian, ekonomi hingga pendidikan .Teknologi dalam bidang pendidikan seorang pendidik di tuntut untuk bisa menggunakan atau menguasai teknologi agar bisa mengarahkan siwsa kerah digitalisasi, dalam media pembelajaran pendidik harus bisa menciptakan inovatif untuk meningkatkan perkembangan peserta didik dalam media pembelajaran, yang tidak hanya berkutat pada media lama yang membosankan tapi dapat membangun keterampilan baru yang dipelajari siswa seperti yang berbau digital audio, media visual, atau audio visual. Teknologi tidak hanya membantu dalam pembelajaran saja tapi dalam kehidupan sehari hari teknologi dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan manusia, misal kita dapat mengakses informasi melalui media sosisal dan dapat berkomunikasi tanpa harus bertemu langsung, dan sektor pendidikan juga telah mengalami revolusi dengan menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan efektif. Pembelajaran online yang saat ini sedang di relasasikan oleh pemerintahan dilansir kegiatan ini sudah dilakukan sejak covid 19 melanda , kegiatan belajar online ini sangat efektif bagi kita terutama siswa yang jauh rumahnya dari sekolah, tetapi perkembangan teknologi ini tidak terlepas dari sisi positif dan negatifnya. Seringkali penggunaan teknologi saat ini disalahgunakan contohnya, anak-anak yang sudah terbiasa menggunakan gadget sejak dini akan memiliki waktu yang terbatas dengan dunia nyata atau luar, hal ini akan mengurangi tingkat sosialisasi pada anak karena jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Lalu Tantangan dalam penerapan teknologi di bidang pendidikan, Tantangan pendidikan pada masa itu banyak guru yang belum bisa mengoperasikan media pembelajaran daring yang menyebabkan kurangnya keefektifan dalam pembelajaran, di sisi lain dalam pembelajaran daring siswa harus belajar aktif dalam melakukan kelas online seperti on kamera dan merespon pembelajaran, namun yang terjadi banyak peserta didik yang hanya sebatas kehadiran saja tanpa mementingkan pembelajaran. Tantangan lainnya peserta didik jadi malas membaca karena sudah mengandalkan gugel dan lebih memilih mencari jawaban di gugel daripada menggunakan kemampuan sendiri. Dalam perkembangan teknologi pendidik di tuntut untuk menguasai segala hal yang berbau digital, sistem pendidikan tidak akan berjalan lancar jika pendidik tidak dapat menguasai teknologi maka metode pembelajaran di kelas tidak ada perkembangan, pembelajaran akan terus dilakukan secara klasik tanpa menggunakan media digital. (Abdul hanif sir, n.d.)
Solusi krisis kualitas pendidikan di era globalisasi, pemerintah dapat melakukan dengan meningkatkan
infrakstruktur sekolah di berbagai daerah, terutama daerah-daerah terpencil,
memberikan akses menuju sekolah lalu memperbaiki aksesbilitas yang baik untuk
pendidikan anak-anak. Jika infrakstruktur sudah mulai ditingkatkan perbaikilah
kualitas dari pendidik, karena meraka faktor utama dalam pembuka pendidikan
yang lebih baik, guru harus diberikan pelatihan serta pembinaan dan harus
memiliki potensi yang berkualitas, pendidik harus mengikuti program profesional
yang berkelanjutan. Meningkatkan kualitas juga di dukung dengan kompensasi yang
sesuai yang di keluarkan pengajar dan memastikan bahawa setiap guru merasakan
akses sumber daya untuk mengembangkan kompetensinya, dengan perbaikan kualitas
guru pemerintah harus lebih terbuka lagi soal kurikulum pendidikan karena
perubahan kurikulum yang sering terjadi sering menjadi problematik dalam dunia
pendidikan , masalah ini juga memicu terjadinya krisis kualitas pendidikan
karna mempengaruhi pembelajaran siswa setiap pergantiannya. Di era yang sudah
modern ini, memasuki glombang globalisasi teknologi pun hbarus terlibat dalam
meningkatkan kualitas pendidikan, penggunaan akses yang lebih luas dapat
membantu siswa untuk mengekspor pengetahuan mereka tidak hanya berita di dalam
negri saja tetapi pengetahuan baru yang ada di luar negri. Selain dukungan dari
pihak sekolah dan pemerintah, dukungan dari pihak orang tua dibutuhkan,
kolaborasi sekolah dan orang tua sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan
akademik dan emosional siswa, dengan adanya kerjasama orang tua dan sekolah di
harapkan siswa dapat terpenuhi kebutuhannya agar mencapai potensi maksimal
mereka. Dan pemerintah juga sedang mengatasi krisis saat ini dengan menerapkan kurikulum merdeka yang lebih relevan dan interaktif.
Pembelajaran yang di lalukan dengan praktek atau pun projek yang dilakukan
secara berkelompok dapat memberikan kesempatan yang lebih luas terhadap siswa
untuk saling berinteraksi dengan teman - temannya dan dapat mengeksplor sesuatu
melalui kegiatan tersebut, seperti dalam lingkungan masyarakat, bidang
kesehatan, dan sosial untuk mengembangkan pendidikan karakter siswa. (N, n.d.)


Post a Comment